Pertanian

Mengapa Para Miliarder Dunia Mulai Melirik Pertanian dan Peternakan ?

×

Mengapa Para Miliarder Dunia Mulai Melirik Pertanian dan Peternakan ?

Sebarkan artikel ini

Mengapa di zaman sekarang banyak pengusaha besar melirik usaha bidang agrobisnis / agribisnis

Tahukah kamu? Sejumlah miliarder dan tokoh teknologi dunia mulai menaruh perhatian besar pada sektor pertanian, peternakan, dan pangan.
Salah satu nama yang sering disebut adalah Bill Gates, yang pernah berinvestasi besar pada lahan pertanian di Amerika Serikat.
Tapi mengapa orang-orang yang membangun perusahaan teknologi justru tertarik pada sektor yang terlihat sangat tradisional ?
1. Pangan adalah kebutuhan yang tidak pernah hilang. Apa pun yang terjadi pada ekonomi dan teknologi, manusia tetap membutuhkan makanan. Ketahanan pangan global memperhatikan pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat menjadi alasan utama akan kebutuhan pangan melonjak.
2. Populasi dunia terus membutuhkan pasokan pangan. Tantangannya semakin besar karena perubahan iklim, keterbatasan lahan, kekeringan, dan perubahan pola cuaca. Aset nyata yang stabil, mengapa demikian, karena tanah dan air dianggap sebagai “emas hijau” yang nilainya cenderung semakin naik di tengah ketidakpastian ekonomi apalagi krisis global. Krisis Iklim dan keberlanjutan pada saat ini, tokoh seperti Bill Gates hingga Mark Zuckerberg mulai berinvestasi untuk mengembangkan banyak teknologi pertanian regeneratif dan bibit yang tahan terhadap iklim.
3. Pertanian sedang mengalami revolusi teknologi. AI, robot pertanian, sensor, drone, otomatisasi, hingga sistem irigasi pintar mulai digunakan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi penggunaan air dan tenaga kerja. Sektor pertanian dan perkebunan tidak tergantikan, sebab bidang pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang mana tidak bisa diciptakan ulang atau tergantikan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI).
Di sektor peternakan, teknologi juga berkembang melalui genetika, pakan yang lebih efisien, pemantauan kesehatan hewan, dan sistem peternakan otomatis.
Dan ada satu alasan yang sangat sederhana: tanah produktif merupakan aset nyata. Berbeda dengan banyak aset digital, lahan pertanian memiliki nilai intrinsik karena dapat menghasilkan komoditas yang jadi kebutuhan manusia.
Namun, bukan berarti semua miliarder membeli lahan karena mengetahui bahwa akan terjadi krisis pangan. Motivasinya berbeda-beda dan tidak semuanya berinvestasi langsung pada produksi pangan.
Jadi, ketertarikan orang-orang kaya terhadap pertanian bukan berarti teknologi sedang tertinggalkan.
Justru sebaliknya: masa depan pertanian kemungkinan akan semakin bergantung pada teknologi.
Baca :  Tips Sukses Bisnis Budidaya Ternak Belut, Cukup dengan Modal Kecil